Sabtu, 06 Agustus 2011
Memulai dari yang kecil....
Berangkat dari rasa kecewa terhadap kondisi birokrasi, aku memulai sesuatu yang sangat sederhana.Dengan lahan yang terbatas,budget yang sangat terbatas serta pengalaman yang nol aku berencana untuk menggeluti pembudidayaan ikan hias. Tahap awal menyiapkan kolam (infrasturktur) lalu membeli bibit ikan Koi dengan pertimbangan nilai jualnya lebih baik untuk kolam sesempit itu bila dibandingkan dengan ikan konsumsi. Tapi walaupun demikian aku juga mencoba mengisi kolam kecilku dengan bibit ikan Nila (Mujahir) dan Patin, disamping uji coba untuk kolamku apakah sudah siap diisi ikan atau tidak juga sebagai tambahan pemasukan karena waktu panen ikan konsumsi jauh lebih cepat bila dibandingkan ikan koi.
Aku juga mencoba memelihara ayam kampung sebagai pilihan lain. Untuk tahap pertama kukonsentrasikan dulu untuk menghasilkan telur-telurnya saja sebagai langkah mempelajari lebih jauh tentang pemeliharaan ayam kampung secara semiintensif. Mudah-mudahan Allah meridhoi usaha kecilku ini.
Aku tak mau memprediksi capaian yang akan datang,aku hanya berbuat apa yang dapat kulakukan karena aku percaya urusan rezeki ada pada Allah DIA yang Maha Berkuasa. Bagaimanapun ilham ini kuanggap sebagai suruhan NYA untuk belajar kembali karena apa yang kukerjakan sekarang ini sangat tidak berhubungan langsung dengan pekerjaanku sebelumnya sebagai guru. Semua kukerjakan dengan ikhlas seikhlas aku menerima kenyataan diberhentikan sebagai guru...
Dan aku yakin bahwa apa yang kualami ini adalah baik buatku menurut Allah yang Maha Mengetahui dan Maha Berkehendak.
Ikhtiar kayaknya itu dulu yang penting selanjutnya kuserahkan pada Allah, bagaimanapun selama hidup ini sudah tak terhitung nikmat yang Allah berikan baik saat aku lupa pada NYA maupun aku sedang ingat pada NYA.
Paling tidak untuk sementara waktu aku bisa menikmati ikan-ikan ku yang berenang,ayam-ayamku dengan berbagai tingkahnya yang lucu menambah kepercayaanku pada Kebesaran Allah dalam menciptakan kehidupan.
MENGENAL IKAN KOI
Koi (Cyprinus carpio L) berasal dari ikan mas atau karper. Ikan ini adalah ikan nasional negara jepang (Kokugyo). Jika pada awal mulanya hanya satu warna, kemudian menyusul penemuan koi dua dan tiga warna. Adapun koi-koi cantik yang mulai dikenal adalah Showa Sanke (merah, putih dan hitam). Selain itu muncul juga koi dengan corak lain seperti Kinrin (sisik emas), Ginrin (sisik perak), dan Ogon (emas).
Melalui suatu pembudidayaan selama bertahun-tahun, akhirnya diperoleh strain yang berwarna merah atau biru cerah. Itulah yang menjadi titik awal yang menyemangati mereka untuk kemudian mencoba-coba menghasilkan strain-strain yang lebih indah. Akhirnya pada tahun 1870 didapatkan-lah Kohaku (merah dan putih), menyusul pada tahun 1910 Shiroutsiiri (putih dan hitam) dan Kinutsuri (kuning dan hitam), garis keturunan mulai tampak dan merupakan suatu yang tidak bisa dipungkiri.
Pemeliharaan koi dilakukan di kolam semen, kolam tanah, atau kolam taman. Hal ini karena keindahan koi terletak pada bagian punggungnya. Pemeliharaan koi di aquarium tidak dianjurkan karena koi memerlukan areal berenang yang cukup luas dan dalam.
Kolam koi harus dilengkapi dengan saluran pembuangan (drainese) di bagian bawah kolam. Di bagian atas kolam juga di pasang pipa untuk menyalurkan air bersih yang sudah diendapkan. Selain itu kolam koi juga dilengkapi dengan filter empat lapis yang dapat bekerja secara mekanis. Filter pertama berupa kerikil, pasir, dan ijuk yang berfungsi menyaring sampah dan lumpur yang mengotori kolam. Filter kedua berupa karbon ziolit yang berfungsi menghilangkan racun, bau tidak sedap, dan membunuh bibit penyakit. Filter ketiga berupa pestisida yang tidak mematikan bakteri pengurai yang berfungsi mengikat bakteri pengurai berperan dalam proses penjernihan air kolam. Filter keempat berupa tanaman atau bebatuan yang dapat mengikat berbagai kotoran.
Ikan koi merupakan omnivora, makan berbagai makanan baik itu hewan atau tumbuhan. Biasanya makanan koi adalah pellet yang mengandung gizi yang seimbang untuk menjaga kualitas warna dan kesehatan koi.
Pemeliharaan koi dilakukan di kolam semen, kolam tanah, atau kolam taman. Hal ini karena keindahan koi terletak pada bagian punggungnya. Pemeliharaan koi di aquarium tidak dianjurkan karena koi memerlukan areal berenang yang cukup luas dan dalam.
Kolam koi harus dilengkapi dengan saluran pembuangan (drainese) di bagian bawah kolam. Di bagian atas kolam juga di pasang pipa untuk menyalurkan air bersih yang sudah diendapkan. Selain itu kolam koi juga dilengkapi dengan filter empat lapis yang dapat bekerja secara mekanis. Filter pertama berupa kerikil, pasir, dan ijuk yang berfungsi menyaring sampah dan lumpur yang mengotori kolam. Filter kedua berupa karbon ziolit yang berfungsi menghilangkan racun, bau tidak sedap, dan membunuh bibit penyakit. Filter ketiga berupa pestisida yang tidak mematikan bakteri pengurai yang berfungsi mengikat bakteri pengurai berperan dalam proses penjernihan air kolam. Filter keempat berupa tanaman atau bebatuan yang dapat mengikat berbagai kotoran.
Ikan koi merupakan omnivora, makan berbagai makanan baik itu hewan atau tumbuhan. Biasanya makanan koi adalah pellet yang mengandung gizi yang seimbang untuk menjaga kualitas warna dan kesehatan koi.
Langganan:
Komentar (Atom)



